Our Menu
LOGIN
Social Media

“Teken Kontrak” Berbuah Kebahagiaan

“Teken Kontrak” Berbuah Kebahagiaan

Ketidak sengajaan, itulah kata yang tepat mengawali kisah pria kelahiran 1978 di Pati, Jawa Tengah yang kini bermukim di Jogja ini. Sukarno, tertarik bisnis jaringan pertama kali mulai tahun 2005. Berulang kali diapun telah mengikuti bisnis jaringan baik dari luar maupun lokal namun selalu gagal. Diantaranya pernah mengenal sebuah perusahaan dari Amerika yang memproduksi minuman kesehatan berbahan Acai Berry dan menjalankan bisnis pemasarannya sebagai distributor. Namun perusahaan tersebut tidak bertahan lama dikarenakan belum adanya legalitas dalam memasarkan produknya di Indonesia. Namun Sukarno tidak pernah kapok dan selalu mencoba lagi. Akhirnya ia pun beralih ke produk China yang menjanjikan produknya berbahan baku Acai Berry yang dikombinasi dengan Goji Berry. Namun produk berbahan Acai yang dijanjikan tidak kunjung ada. Nah, pada saat mengadakan acara pertemuan di sebuah restoran, dirinya melihat produk Bintang Sejagat di sudut ruangan restoran tersebut. Sebuah kotak bagus berwarna unggu dimana ada tulisan Acai Berry. Ketidaksengajaan itulah yang membuatnya tertarik dan bertanya kesana-kemari hingga akhirnya bisa bertemu dengan Bayu Setyo Nugroho sebagai leader di daerah Jogjakarta.

“Pertama saya hanya dijelaskan tentang marketing plannya, terus diberi sample produk untuk dikonsumsi,” ujar suami dari Heni Andamarati Susila ini menjelaskan. Namun produk tersebut bukannya dikonsumsi tetapi kemudian oleh dirinya diujikan dengan 7 orang terapis dengan latar belakang berbeda, dan ke 7 terapis itu mengatakan produknya bagus. Belum puas Sukarno kembali menguji produk Bintang Sejagat untuk menerapi orang yang menderita stroke selama 2 tahun dan memiliki penyakit jantung koroner. Tak disangka hasilnya cukup menggembirakan, orang tersebut mengalami perubahan kesehatan yang positif. “Yang jelas di awal saya tertarik produknya, karena sudah lama saya cari produk kesehatan yang mengandung Acai Berry, kemudian menjalankan bisnis Bintang Sejagat seperti umumnya, presentasi dan prospek ke teman-teman,” tambah Ayah dari Alea yang baru berusia 7 tahun ini.

Rupanya jiwa entrepreneur dalam diri Sukarno sudah terbentuk sejak lama. Betapa tidak, pilihan gelar S1 ditinggalkannya begitu saja pada saat dalam penyelesaian skripsi. Sukarno lebih memilih menjalankan bisnis jaringan daripada menyelesaikan kuliahnya di jurusan Teknik Komputer. Sebelum menjalankan bisnis Bintang Sejagat ini, dirinya pun sempat mendapatkan kendala terutama dari pihak keluarga. Sukarno pernah mengalami cobaan berat saat menjalankan bisnis jaringan di perusahaan sebelumnya. “Saya jalankan bisnisnya setiap hari dengan banyak mengorbankan waktu untuk keluarga, berangkat pagi pulang larut malam, bahkan sering tidak pulang. Namun apa dikata meskipun sudah mengorbankan banyak waktu untuk keluarga tiba-tiba perusahaan bisnis jaringan tersebut tutup tanpa saya tahu apa sebabnya,” kata Sukarno mengisahkan. Akibat seringnya gagal dibisnis jaringan dan banyak mengorbankan waktu untuk keluarga ia pun ditentang keras oleh keluarga untuk menjalankan bisnis jaringan. Terhentinya bisnis jaringan tersebut dirinya pun sempat menganggur beberapa lama. Bahkan sempat dirinya tidak mampu mempunyai dana untuk membayar cicilan motor.

Atas dasar kejadian-kejadian tersebut dirinya dipaksa “teken kontrak” oleh istri terutama oleh keluarga besarnya untuk memilih profesi sebagai pekerja kantoran atau mencoba untuk ikut seleksi menjadi PNS, seperti profesi-profesi saudaranya yang menjadi TNI, dosen dan PNS. Agar nantinya Sukarno memiliki penghasilan tetap guna menghidupi istri dan anaknya. Hal tersebut bukannya membuat dirinya menjadi down, tantangan tersebut diterimanya bahkan dijadikan semangat untuk mengejar kesuksesan.

Sukarno kemudian kembali menjalankan bisnis jaringan dengan memilih Bintang Sejagat Internasional. Dijalankannya dengan cara murni mengembangkan jaringan. “Karena masih dalam proses belajar, pernah mengalami grup terbesar di jaringan saya mati karena ‘virus’ dari luar maupun dalam,” ungkapnya dan menyatakan bahwa hal tersebut adalah wajar. Namun hal tersebut tetap dihadapinya dengan enjoy dan tetap menjalankan bisnis Bintang Sejagat.

Terbukti komitmen dan kegigihan akhirnya membuahkan hasil. Sebuah mobil Xenia pun berhasil diraihnya, belum lagi bonus puluhan juta juga termasuk penghasilan yang ia dapatkan perbulannya. Dulu bisnis yang dipandang sebelah mata dan ditentang oleh istri dan keluarganya kini berubah menjadi dukungan dan restu untuk dijalankan. Bukan hanya itu,khasiat produk Bintang Sejagat juga dirasakan oleh ibundanya yang tadinya memiliki gula darah yang tinggi kini sudah menjadi normal. Dan di bisnis Bintang Sejagat ini sendiri terakhir Sukarno berhasil meraih prestasi sebagai Star Diamond Manager.

Menurut dirinya ketika ditanyakan tentang bagaimana tips yang bisa dibagikan kepada para pebisnis jaringan lainnya, dirinya pun berkata,”Tips mejalankan bisnis Sejagat adalah action, mau belajar, melakukan dan ajarkan, jangan lupa doanya, sama dukungan dari keluarga. Kalau tidak ada dukungan keluarga tidak akan jadi”. Kini dirinya pun sibuk sering keluar kota guna pengembangan jaringan bersama dengan uplinenya, Bayu Setyo Nugroho berkolaborasi hingga sampai ke daerah Sumatera. Tidak hanya karena “teken kontrak” yang dilakukan dihadapan keluarga, namun dirinya bertekad meraih kesuksesan guna membahagiakan orang-orang yang dicintainya.

Kisah Sukses | Sukarno

Tags:
No Comments

Post A Comment