Our Menu
LOGIN
Social Media

Tak Lulus Sekolah, Tak Harus Kalah

Muhammad Nasrullah

Tak Lulus Sekolah, Tak Harus Kalah

“Keberhasilan bukan hanya membahagiakan diri sendiri. Tetapi keberhasilan yang sesungguhnya adalah membahagiakan banyak orang”. Mungkin itulah kata-kata yang bisa digambarkan untuk profil sukses yang satu ini. Pria kelahiran tahun 1990 di Bondowoso, Jawa Timur ini ternyata pernah mengalami kondisi pahit dalam jatuh bangun mencapai kesuksesan. Memiliki wajah keturunan tionghoa yang dilahirkan sebagai anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan H. Abdurrochim Setya Hartanto dan Vivin Indrawati ini hidup di keluarga yang kental sebagai pemeluk ajaran agama Islam.

Siapa yang menduga, Mohammad Nasrullah yang akrab dipanggil Anas ini hanya memiliki izajah SMP? Karena di kelas 2 SMA di sebuah lembaga pesantren, Anas memutuskan untuk drop out dari bangku sekolah bukan karena kekurangan biaya namun karena keputusan nekat yang diambilnya. Rupanya sudah sejak di bangku kelas 2 SMP ia telah mengenal bisnis jaringan sehingga saat SMA ia memutuskan untuk fokus mengejar sejuta impian yang ada di kepala Anas belia waktu itu. Meskipun pada saat itu ia menganggap ilmu pendidikan yang didapatnya tidak memiliki hubungan dengan bisnis jaringan yang dijalaninya.

Keputusan nekat lain yang diambil adalah mencoba merantau ke Ibu Kota Jakarta di usia 19 tahun tanpa memiliki modal sedikit pun. Sehingga pada awal menjalankan bisnis jaringan di perantauan yang dilakukan adalah menyebarkan brosur-brosur produk di halte busway dan jembatan penyebrangan. Dan akhirnya perlahan-lahan ada beberapa yang memesan produk dari brosur tersebut yang kemudian diloby untuk menjadi downline dan mulai mendapatkan income dari bisnis jaringan tersebut.

Namun dengan seiring berjalannya waktu, Thomas Widjaja seorang rekan yang sudah dianggapnya sebagai keluarga mencoba memperkenalkan Anas dengan bisnis jaringan Sejagat. Cukup lama hingga beberapa bulan Anas mencoba mempelajari lebih seksama tentang keterangan produk dan sistem yang dijelaskan, hingga akhirnya mengambil keputusan bergabung di bisnis PT Bintang Sejagat Internasional dan meninggalkan bisnis jaringan di perusahaan yang lama.

Ada beberapa hal yang membuatnya tertarik bergabung di bisnis Sejagat yaitu antara lain:

  1. Sistem Sejagat yang terbaik saat ini karena bisa mendapatkan income harian maupun bulanan dan lebih mudah dijalani serta waktu yang dijalani lebih cepat (dirasakan dari perbedaan sistem perusahaan yang lama)
  2. Produk Sejagat yang sangat berkhasiat karena penggabungan dari bahan komposisi yang rata-rata berasal dari luar negeri. Pun, bahan baku tersebut dinilainya 80% ada di dalam Thibbun Nabawi (Ilmu Pengobatan Nabi), sehingga mudah dijelaskan dan dipasarkan di Indonesia yang mayoritas penduduknya pemeluk agama Islam
  3. Kegiatan Sosial oleh perusahaan yang diambil dari keuntungan perusahaan, sehingga dalam Mitra Sejagat yang menjalankan bisnis Sejagat dan menghasilkan omset berarti secara tidak langsung juga sudah beramal bagi masyarakat yang tidak mampu.

“Sebelum menjalankan bisnis Sejagat ini saya bangun keyakinan dulu, harus yakin terhadap produk dan perusahaannya. Setelah keyakinan kuat kemudian pahami benar-benar tentang produk dan sistemnya. Tanyakan pada diri sendiri apakah bisnis Sejagat ini dapat membuat Anda menjadi orang yang sukses?” ujar Anas saat diwawancara dalam menyampaikan tips sebelum menjalankan bisnis Sejagat. Berbekal pengalamannya dalam menjalankan bisnis jaringan, kemudian setelah bergabung di bisnis Sejagat langkah awal yang dilakukan adalah membentuk NNI (Nature Network International) sebagai wadah kegiatan edukasi dan pelayanan calon mitra maupun yang sudah menjadi downlinenya, namun tak ingin menimbulkan sebagai kesan perusahaan baru maka nama NNI diganti menjadi Maestro Group.

Di Maestro Group ini Anas bersama tim kemudian membuat beberapa pelatihan pendidikan berjenjang yang sifatnya swadaya (terlepas dari support system PT Bintang Sejagat Internasional) sebagai salah satu support system bagi group yang di binanya. Adapun pelatihannya antara lain:

  • How to Start, diberikan bagi mitranya yang ingin memulai bisnis Sejagat
  • THM (Traditional Herbal Maestro), diberikan bagi mitranya untuk mendalami ilmu pengobatan sebagai tabib
  • 3M (Maestro Megatrend Momentum), diberikan bagi mitranya yang ingin mencapai posisi Ruby Manager dalam 1 bulan
  • Serta pelatihan secara Coaching atau pelatihan One by One yang isi pelatihannya disesuaikan dengan kapasitas kemampuan masing-masing mitranya seperti; Pelatihan Leadership (bagi yang mampu merekrut 3 orang), Pelatihan Presentasi (peraih prestasi Ruby Manager) dan Pelatihan Tabib Pengobatan (peraih posisi Emerald Manager).

Dari semua pelatihan ternyata di dalam Maestro Group ini memiliki nilai tambah dibandingkan yang dilakukan oleh group lain yang juga membuat support system sendiri yaitu diajarkannya ilmu pengobatan sebagai Tabib. Ilmu yang ditularkan oleh Anas ternyata diperoleh dari keturunan keluarga Ayahnya yang berprofesi sebagai Tabib. Di Bondowoso banyak warga yang berobat ke Ayahnya yang cukup ahli memiliki tenaga dalam. Itulah awal ketertarikan Anas mempelajari dunia pengobatan. “Banyak dunia MLM (Multi Level Marketing) yang menawarkan produk untuk kesehatan tetapi pengetahuan tentang kesehatannya sendiri kurang memadai,“ katanya menerangkan. Hingga akhirnya ia belajar secara autodidak ilmu-ilmu pengobatan tradisional, pengobatan Thibbun Nabawi, Yin Yang Wu Xing (Pengobatan Tradisional China) dan banyak berkonsultasi dengan dokter-dokter yang ditemuinya hingga akhirnya ilmu pengobatan tersebut diaplikasikan di lapangan. Ilmu pengobatan tersebut sangat bermanfaat membantu orang lain dan tidak hanya mencetak banyak mitranya sebagai entrepreneur tetapi juga bisa sebagai seorang tabib atau Tabib Entrepreneur. Dan di Sejagatlah baru dirasakan adanya kolerasi pendidikan agama dengan bisnis yang dijalaninya.

Bicara kesuksesan yang diraihnya, bersama Sejagat ia pernah meraih promo tour jalan-jalan ke luar negeri dan dari segi usia yang baru 25 tahun ia merasa dari segi ekonominya cukup jauh meningkat dan telah memiliki penghasilan puluhan juta per bulan, dimana rata-rata di usia tersebut kebanyakan masih sibuk mencari pekerjaan ataupun bila sudah bekerja tetapi dengan gaji yang pas-pasan. Dan kini kesuksesannya ditularkan ke downline-downlinenya yang memiliki komitmen untuk sukses.

“Bisnis Sejagat ini memang unik, karena siapapun, apapun latar belakangnya dan apapun pendidikannya asal dia punya kemauan dan bisa menjalankannya maka dapat dipastikan dia bisa meraih kesuksesan,” tutur pria lajang ini menutup pembicaraan.

Kisah Sukses Mohammad Nasrullah

Tags:
No Comments

Post A Comment